Detail Cantuman Kembali
karakteristik arus bangkitan angin dan arus pasang surut di perairan pelabuhan jangkar untuk kegiatan pelayaran
Situbondo merupakan daerah yang dekat dengan perairan dan menjadi kawasan strategis untuk didirikan pelabuhan untuk meningkatkan perekonomian daerah serta akses penyebrangan laut, namun pelabuhan Jangkar didirikan tanpa dilengkapi dengan bangunan pelindung. Hal ini menyebabkan arus laut dan hempasan gelombang tidak tereduksi energinya sehingga berdampak langsung terhadap dermaga dan kapal–kapal. Tujuan penelitian untuk menentukan pola arus bangkitan angin dan arus bangkitan pasang surut terkait dengan kegiatan pelayaran yang sehari – hari dilakukan di pelabuhan. Data yang digunakan yaitu data angin serta pasang surut selama 29 piantan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada musim Timur dan peralihan, arus mengalir ke Barat Laut dengan kecepatan maks 0,85 m/s sedangkan pada musim Barat arus mengalir ke Tenggara dengan kecepatan maks lebih dari 1 m/s. Hasil running model sms menunjukkan kecepatan arus terendah 0,0004 m/s dan tertinggi dengan 0,135 m/s dengan verifikasi model memiliki nilai akurasi 78% sehingga disimpulkan pada musim Barat, kapal disarankan berlabuh di sebelah Timur jetty dan pada musim Timur serta peralihan disarankan berlabuh disebelah Barat jetty. Hasil gambaran arus bangkitan angin dan pasut oleh WRPlot dan model SMS menunjukkan kecepatan arus di pelabuhan Jangkar tergolong tenang dan tidak berpengaruh besar pada kapal besar melainkan berpengaruh pada kapal berukuran kecil.
624.18.12 Bag k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
x, 52 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







